Vigit Waluyo Merasa Telah Dijadikan Tumbal oleh PSSI

JawaPos.com – Vigit Waluyo mulai buka suara soal hukuman yang diterimanya dalam kaitan skandal pengaturan skor. Vigit merasa dirinya dijadikan tumbal oleh PSSI. Dia merasa telah dikorbankan untuk mengembalikan citra positif PSSI akibat terkuaknya kasus pengaturan skor di sepak bola nasional.

“Pak Vigit merasa tidak disukai oleh teman-teman PSSI. Salah satunya ketika Pak Vigit dihukum seumur hidup oleh Komite Disiplin PSSI. Sementara Pak Vigit tidak pernah dipanggil,” ujar kuasa hukum Vigit, M. Sholeh, Kamis (24/1) siang.

Menurut Sholeh, mantan pengelola Deltras Sidoarjo itu disebut mengoperasionalkan beberapa klub. Akan tetapi, PSSI tidak menyebut klub apa saja yang dikelola oleh Vigit.

“Titik akhirnya ketika Pak Vigit dihukum, dan PSSI butuh kambing hitam. Bagaimana sepak bola itu bagus untuk PSSI, maka mereka butuh orang-orang yang dihukum,” imbuh pria yang juga menjadi kuasa hukum PS Mojokerto Putra (MP).

Sholeh mencontohkan kasus sama yang menyeret Hidayat. Walaupun sama-sama diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor, namun mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu hanya dihukum tiga tahun. Sedangkan Vigit dijatuhi hukuman maksimal, yakni seumur hidup.

“Sebagai Exco dia cuma dihukum tiga tahun. Sementara Pak Vigit yang bukan pemilik klub, tiba-tiba dihukum seumur hidup,” terangnya.

“Harapan Pak Vigit adalah adanya KLB di Kongres kemarin. Harus ada perubahan total di PSSI supaya sepak bola baik,” tutup Sholeh.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Muhammad Syafaruddin