Terbukti Terlibat Match Fixing, 2 Petinggi PSSI Dihukum Seumur Hidup

JawaPos.com – Komisi Disiplin PSSI kembali bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang sudah terbukti menjadi bagian dari match fixing. Terakhir, vonis seumur hidup dijatuhkan kepada anggota Exco PSSI Johar Lin Eng dan anggota Komite Wasit Nasrul Koto.

Jika Satgas Antimafia Bola bekerja di area kriminal yang melibatkan sepak bola. Penegakan hukum di football family menjadi ranah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dan, komisi yang dipimpin Asep Edwin itu tidak main-main kepada siapapun yang terlibat pengaturan skor dan pertandingan.

Kali ini yang jadi sasaran sanksi Komdis adalah Johar Lin Eng dan Nasrul Koto. Mereka berdua terjerat dalam kasus yang serupa, yakni pengaturan skor dan pertandingan.

Sebelumnya, Komdis PSSI sudah menghukum Bambang Suryo, Vigit Waluyo, Krisna Adi, Nurul Safarid, Mansyur Lestaluhu, Dwi Irianto, Anik Yuni Artika Sari, dan Priyanto. Di antara sekian pelaku yang terkena hukuman larangan beraktivitas seumur hidup itu, Bambang, Krisna, dan Nasrul termasuk yang tidak ditahan pihak kepolisian.

Untuk Nasrul, Vigit sudah pernah menyebut namanya ketika diperiksa Satgas Antimafia Bola di Surabaya pada 25 Januari lalu. Nasrul juga sudah menjadi salah satu target satgas, meski sampai saat ini belum ditahan. Dengan jabatannya, Nasrul diduga ikut mengatur penugasan wasit untuk memberi keuntungan terhadap pihak tertentu.

Wakil Ketua Komdis PSSI Umar Husin membenarkan bahwa hukuman telah dijatuhkan kepada JLE (Johar Lin Eng) dan NS alias Nasrul. ”Memang aturannya seperti itu. Apabila mengatur pertandingan, maka pasalnya begitu,” jelasnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos kemarin.

Umar menjelaskan, penyelidikan telah dilakukan Komdis PSSI melalui bukti-bukti dan keterangan beberapa saksi. Khusus Johar, Komdis PSSI memang tidak bisa meminta keterangan secara langsung karena sudah berada dalam tahanan satgas, tapi Nasrul telah beberapa kali diperiksa secara langsung.

”Kami tidak bertanya kepada satu orang saja. Ada beberapa orang yang sudah kami panggil, untuk siapa saja kami tidak bisa menyebutkan. Dari klub, manajer, pemain, banyak sekali,” ungkapnya.

Untuk Johar, Komdis sebenarnya ingin menemui yang bersangkutan, tapi tidak bisa. ”Lalu kami memutuskan berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Bahkan, dari kuasa hukumnya (Johar, Red) pun mengatakan iya (melakukan pengaturan skor, Red). Banyak pihak yang kami tanyai,” lanjut Umar.

Situasi yang serupa dilakukan kepada Nasrul. ”Kalau Nasrul Koto saat itu kan belum ditahan. Jadi, beberapa kali dipanggil dia datang. Nggak mungkin orangnya mengaku persis. Tapi, kami bisa menyimpulkan dari beberapa keterangan bahwa yang dituduhkan itu benar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Hubungan Media PSSI Gatot Widakdo masih belum memberikan keterangan pasti terkait sanksi Komdis PSSI tersebut. ”Belum ada putusan. Saya belum mendapat salinannya,” kata Gatot kepada Jawa Pos kemarin. 

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : (gil/ham)