Surat Terbuka Untuk PSSI, Krishna: Jangan Ubah Cinta Kami Jadi Benci

JawaPos.com – Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Polri Krishna Murti tampaknya geram dengan kasus pengaturan skor yang sistematis. Dia lantas melayangkan surat terbuka untuk Pengurus Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Di dalam surat terbuka yang diunggah melalui akun instagram pribadinya, @krishnamurti_bd91 pada Sabtu (26/1) malam, dia mengatasnamakan sebagai pecinta Sepakbola. Krishna menyatakan ingin sepakbola Indonesia maju. “Saya ingin kami percaya kembali ke sepakbola Indonesia,” ujarnya mengawali surat terbuka untuk PSSI itu.

Dia pun mengingatkan, sebelum kompetisi besar bergulir, menjadi waktu yang baik untuk PSSI mengecek ulang puluhan pertandingan yang sudah terjadi dari 2018 ditarik mundur ke tahun-tahun sebelumnya. Krishna meminta para pengurus sepakbola itu meninjau ulang video pertandingan dan keputusan wasit.

“Bentuk badan khusus untuk melakukan investigasi internal secara adil dan proporsional. Tinjau ulang keputusan-keputusan Komdis yang kontroversial. Libatkan suporter dan badan independen secara terbuka,” tutur dia.

Jikalau hasil review PSSI menemukan keputusan-keputusan wasit yang tidak layak secara profesional, disarankan melakukan beberapa langkah. Pertama, bila kesalahan karena ketidakmampuan, PSSI diminta melatih para wasit pertandingan. Kedua, bila kesalahan disengaja karena faktor lain, maka sanksi berjenjang wajib diberikan secara adil.

“Tapi secara bersamaan lakukan juga peninjauan ulang terhadap sistem pengaturan wasit. Tinjau ulang tentang aturan penggajian dan kewajiban tuan rumah untuk membiayai wasit dan perangkat,” saran Krishna.

Menurut polisi yang langsung terkenal saat teror Jakarta 2016 itu, wasit adalah pilar pertandingan. Katanya sudah cukup penonton berkelahi, penonton rusuh karena kesalahan wasit. Juga sudah cukup kemenangan-kemenangan dan kekalahan yang tidak sepatutnya karena kesalahan wasit.

“Sudah cukup jangan sampai wasit terlibat pidana di masa depan. Lakukan secepatnya agar sepak bola Indonesia kembali menjadi kegembiraan bagi semua usia,” sebut dia.

Menurut Krishna, sepakbola adalah harga diri bangsa. Sepakbola bukan cuma milik pengurus PSSI yang berlindung di balik kalimat ‘football family’ dan statuta FIFA

“Semoga ini bisa membantu memperbaiki sepakbola Indonesia. Kalau anda tidak mau mundur, setidaknya anda memperbaiki dari dalam sebagaimana harapan anda,” tegas Khrisna.

Jenderal bintang satu itu lalu berkata, terkadang cinta terlalu besar bisa saja melukai. “Jangan rubah cinta kami jadi benci. Semoga dipahami bahwa ketika kami bertindak bukan karena benci kami. Tetapi karena kecintaan kami terlalu dalam kepada sepakbola Indonesia. Dari kami yang cinta sepak bola Indonesia,” pungkas Krishna. 

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini