Sentil PSSI, Persebaya Ingatkan Soal Sepak Bola Dagelan 2010

JawaPos.com – Persebaya Surabaya buta informasi tentang kelanjutan pertandingan melawan Persinga Ngawi di babak 32 besar Piala Indonesia. Protes sudah dilakukan. Tetapi tetap saja tidak ada kejelasan.

Persebaya kontra Persinga mengalami penundaan sebanyak tiga kali. Partai ini seharusnya dilangsungkan 22 Januari dan 30 Januari. Kemudian dijadwal ulang menjadi 30 Januari dan 5 Februari.

Pertandingan kembali batal. Kemudian muncul jadwal baru, yakni 5 Februari dan 9 Februari. Akan tetapi laga ini kembali menemui penundaan.

“Kami sudah protes. Mau protes apa lagi?” ujar Sekretaris Tim Persebaya, Ram Surahman.

Karena protesnya tidak digubris, manajemen memilih pasrah sekaligus masa bodoh. Jika ada kepastian jadwal, mereka baru mempersiapkan diri.

“Ya mau apa lagi. Sekarang kami ini apa kata PSSI saja lah. Posisi kami menunggu informasi terbaru dari mereka. Setelah itu kami akan sesuaikan dengan jadwal kami. Sekarang kami fokus berlatih saja,” tegas Ram.

Pria asal Gresik ini pun menyentil PSSI tentang ketidakjelasan jadwal pertandingan melawan Persinga. Ram mengungkit sepak bola dagelan 2010 lalu. Pada saat itu pertandingan Persik Kediri kontra Persebaya juga ditunda selama tiga kali.

Kemudian pertandingan itu akhirnya dilangsungkan di Palembang. Karena terlanjur kesal, serta ganti rugi yang tak kunjung dibayar PT Liga Indonesia, Persebaya memutuskan untuk tidak berangkat. Persebaya akhirnya terdegradasi ke Divisi Utama.

Momen tersebut menjadi awal mula dualisme Persebaya. Kemudian merambat menjadi dualisme federasi dan kompetisi. “Seumpama mereka kirim jadwal baru dan mainnya di Palembang, itu baru tidak masuk akal,” sentil Ram.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Muhammad Syafaruddin