Punya Masalah Sama, Persebaya Lebih Selow Dibanding Persiwa

JawaPos.com – Persebaya Surabaya dan Persiwa Wamena menghadapi masalah yang sama. Yakni penundaan jadwal pertandingan di babak 32 besar Piala Indonesia. Bedanya, sikap kedua tim dalam menangapi masalah ini bertolak belakang.

Persiwa lebih keras. Bahkan mereka mengancam mundur dari Piala Indonesia. Sementara Persebaya justru bersikap sebaliknya. Bisa dibilang sikap Persebaya berbeda 180 derajat dari Persiwa.

Walaupun pertandingan melawan Persinga Ngawi mengalami tiga kali penundaan, Persebaya tetap selow. Persebaya mengaku terus berkomunikasi dengan PSSI terkait kepastian lawan Persinga.

“Piala Indonesia berada di bawah supervisi PSSI. Kami juga terus menanyakan sejauh mana babak 32 besar antara Persebaya dengan Persinga ini. Komunikasi itu terus berjalan,” aku Manajer Persebaya Candra Wahyudi.

Perkembangan teranyar, pertandingan Persebaya kontra Persinga kabarnya akan digelar di Stadion Jala Krida Mandala AAL Bumimoro, Surabaya. PSSI sudah menyodorkan tanggal anyar, yakni 9 Februari dan 12 Februari.

“Keputusan final tetap kembali ke PSSI. Sebab ini otoritas mereka untuk menentukan main di mana. Persebaya ini salah satu peserta. Jadi kalau PSSI memutuskan main di mana, kami akan ikuti itu,” imbuh Candra, Selasa (5/2) pagi.

Masalahnya, Persebaya seharusnya punya hak menjadi tuan rumah pada leg kedua. Namun PSSI justru menetapkan dua laga nanti dilakukan di tempat netral dan tanpa penonton. Akibatnya, Persebaya berpotensi kehilangan pemasukan dari penjualan tiket.

“Saya belum tahu pastinya. Jika benar seperti itu ya nanti harus dilihat dulu. Pasti ada pertimbangan jika benar leg kedua tanpa penonton,” tutup Candra.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Muhammad Syafaruddin