Pindahkan Dokumen, Satgas Antimafia Bola Akan Panggil Kembali Jokdri

JawaPos.com – Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tengah menjadi sorotan. Itu menyusul adanya informasi pria yang akrab disapa Jokdri itu memindahkan dokumen ke kantor PT. Liga Indonesia dan kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS) bersama Anggota Exco PSSI, Papat Yunisal.

Terkait hal ini, tak menutup kemungkinan Satgas Anti Mafia Bola Polri itu kembali memanggil Jokdri. “Tentunya dalam pengembangan, semua akan dipanggil, bukan hanya beliau (Jokdri) saja tapi yang lain juga,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Universitas Indonesia, Depok, Senin (4/1).

Namun, pemanggilan tersebut belum dijadwalkan. Sebab, Satgas Anti Mafia Bola Polri masih menyelidiki dokumen yang disita dari hasil penggeledahan di dua temlat itu.

“Satgas sedang mendalami dokumen-dokumen. Setelah itu dibuat rencana penyelidikan, penyidikan,” tutur Syahar.

Diketahui, Satgas Anti Mafia Bola Polri pada akhir pekan lalu melakukan penggeledahan di bekas kantor PT Liga Indonesia (PT LI), di Rasuna Office Park, Jl. HR. Rasuna Said, RT 16/RW 01 Menteng Atas, Jakarta Pusat dan di kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS), operator Indonesia Soccer Championship 2016, di Menara Rajawali, Lantai 11, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

PT LI merupakan operator Liga 1, 2, dan 3 Indonesia pada 2009-2015. Kala itu, liga papan atas Indonesia masih bernama Liga Super Indonesia. Sedangkan PT GTS merupakan operator liga pada 2016, saat PSSI dibekukan oleh FIFA. Sedangkan pada 2017 dan 2018, operator dipegang oleh PT Liga Indonesia Baru.

Adapun saat menggeledah di kantor PT. Liga Indonesia, penyidik menemukan kertas yang telah dihancurkan. Dari pengakuan saksi yang merupakan pegawai di kantor tersebut, kertas-kertas itu merupakan laporan keuangan Persija yang sengaja ingin dihilangkan agar tidak menjadi barang bukti.

Lebih lanjut Syahar mengatakan, dari hasil penyidikan yang mulai masuk ke Liga 1 itu, bakal ada tersangka baru. “Ya pasti lah. Tidak menutup kemungkinan tersangka baru,” tukasnya.

(Desyinta)

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini