Liga 3 dan 2 Sudah, Berikutnya Giliran Liga 1

JawaPos.com – Satgas Antimafia Bola menggeledah rumah mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat kemarin. Selama kurang lebih tujuh jam, tim Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri yang tergabung dalam satgas mencari bukti keterlibatan Hidayat dalam dugaan penyuapan. Hidayat diduga berusaha mengatur laga PSS Sleman kontra Madura FC di Liga 2 2018.

Dari kediaman Hidayat yang terletak di Jalan Klakahrejo, Kelurahan Kandangan, Benowo, Surabaya, tersebut, satgas menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, dokumen, surat, laporan transaksi keuangan, laptop, dan flash disk.

Pada pukul 08.54 WIB, tim satgas datang ke rumah Hidayat. Tepat pukul 15.25 WIB, anggota satgas terlihat meninggalkan rumah Hidayat dengan membawa beberapa bukti.

Saat menjadi anggota Exco PSSI, Hidayat dilaporkan Manajer Madura FC Januar Herwanto. Hidayat diduga mencoba melakukan penyuapan kepada Januar dalam laga PSS Sleman melawan Madura FC di Liga 2. Tujuannya adalah meminta Madura FC mengalah kepada PSS Sleman.

Setelah ramai diberitakan, Hidayat mundur dari jabatannya sebagai anggota Exco PSSI. Komisi Disiplin PSSI juga menghukum Hidayat larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama tiga tahun. Itu ditambah larangan masuk stadion selama dua tahun dan denda Rp 150 juta.

Setelah melalui pemeriksaan selama tujuh jam, Hidayat keluar menemui awak media dan bersedia memberikan informasi. Dia terlihat sangat santai saat menjawab pertanyaan wartawan.

Hidayat menyatakan akan kooperatif demi sepak bola Indonesia dan untuk kepentingan bersama. Soal banyaknya barang yang disita, Hidayat mengaku tidak masalah. ”Ya mungkin satgas ingin mengetahui lebih detail,” katanya.

Ketika diklarifikasi terkait berita dirinya mangkir dua kali dari pemanggilan satgas, Hidayat membantah. ”Baru sekali saya dipanggil tanggal 31 Desember. Mungkin barangkali yang diberitakan media itu tidak benar. Saya tanggal 31 sudah memberikan keterangan ke satgas,” imbuhnya.

Hidayat menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut tidak membahas laporan Januar Herwanto. Tidak berbicara tentang apa pun, meski pengantarnya terkait laporan manajer Madura FC tersebut. Selain itu, Hidayat meminta doa agar masalahnya cepat selesai. ”Saya sudah buka-bukaan, tetapi jangan yang tidak saya ketahui kemudian saya disuruh buka. Kan malah jadinya kacau dan ngawur, saya akan menjaga martabat intelektual saya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan bahwa penggeledahan di rumah Hidayat tersebut merupakan salah satu upaya penyelidikan atas laporan Manajer Madura FC Januar Herwanto.

”Ada dugaan suap yang dilakukan Hidayat kepada Januar,” katanya. ”Untuk hasilnya sendiri, tentu kami tidak bisa membeberkannya ke publik. Masih kami tindak lanjuti lagi,” ujarnya.

Posisi Hidayat sebagai anggota Exco PSSI masih lowong. Sebelumnya, anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi menyebut belum urgen mencari sosok pengganti Hidayat.

Dedi menambahkan, penanganan penyelidikan untuk laporan Januar merupakan salah satu bukti keseriusan Satgas Antimafia Bola. Bukti bahwa penyelidikan yang dilakukan benar-benar bertahap. Awalnya adalah menelusuri praktik pengaturan pertandingan di Liga 3, lalu kali ini naik penyelidikan ke Liga 2. ”Setelah ini, Liga 1 pasti akan kami selidiki juga,” ucapnya. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (ana/bin/rid/c17/nur)