Lawan Persinga Tak Pasti, Persebaya Matangkan Skema Baru

JawaPos.com – Persebaya Surabaya seolah tak peduli dengan jadwal babak 32 besar Piala Indonesia yang tak kunjung jelas. Mereka memilih untuk memantapkan diri dengan menjalani latihan serius. Termasuk mencoba skema baru yang bisa jadi opsi bagi pelatih Djadjang Nurdjaman.

Laga kontra Persinga Ngawi di babak 32 besar Piala Indonesia memang tertunda. Tapi, hal itu tak lantas membuat skuat Persebaya Surabaya bisa berleha-leha. Sabtu (9/2) kemarin mereka tetap melakoni latihan di lapangan Jenggolo, Sidoarjo.

Latihan dilakukan dengan intensitas tinggi. Termasuk melakukan sesi pertandingan penuh. “Ini sebagai pengganti game lawan Persinga,” kata pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.

Dalam game itu, beberapa pemain anyar sudah dijajal masuk skuad inti. Di lini depan, Amido Balde diapit duo winger Irfan Jaya dan Oktafianus Fernando. 

Sementara Manuchekhr Dzhalilov mendampingi Fandi Eko Utomo sebagai gelandang serang. Misbakus Solikin dipercaya menjadi gelandang jangkar.

Sedangkan di lini belakang, bek Otavio Dutra berduet dengan rekrutan anyar, Hansamu Yama. Sementara pos bek kanan yang biasanya dihuni Abu Rizal Maulana atau M. Syaifuddin dipercayakan kepada Novan Sasongko. 

Tapi, di babak kedua, komposisi kembali diubah. Kali ini Rendi Irwan menggantikan posisi Oktafianus Fernando. Sementara Irfan Jaya digantikan Alwi Slamat. Nah, masuknya Rendi dan Alwi membuat Djanur menjajal skema 4-4-2. Alwi, Rendi, Fandi dan Misbakus menjadi gelandang. Sementara Dzhalilov digeser ke depan sebagai striker untuk mendampingi Balde. 

Hal itu jelas berbeda dengan pakem Persebaya yang selama ini identik dengan skema 4-3-3. Dia juga berani menjajal Dzahlilov yang sejatinya berposisi asli sebagai gelandang menjadi penyerang.

“Ya mumpung ada waktu karena kompetisi juga masih lama. Jadi kan bisa otak-atik biar tidak terpaku pada satu pola itu saja,” tambah mantan pelatih Persib Bandung itu. 

Meski skema sempat berubah, Hansamu mengaku tak masalah. Pemain 23 tahun itu juga cukup senang bisa bertandem dengan Dutra di lini belakang.

“Saya belum pernah duet dengan Dutra. Yang pasti senanglah, karena dia pemain yang pengalaman. Dia juga punya kualitas kan. InsyaAllah ke depannya bisa lebih padu lagi,” kata mantan penggawa Barito Putera itu. 

Kondisi serupa juga dialami Balde. Meski baru dua kali melakoni latihan penuh, tapi dalam game kemarin dia mampu membukukan hattrick. Karena itu Djanur yakin Balde adalah sosok pengganti tepat sepeninggal David da Silva yang mampu mencetak 20 gol musim lalu.

“Dia (Balde) punya insting ke gawang yang bagus,” terang pelatih 54 tahun itu.

Meski begitu, tak jelasnya jadwal Piala Indoensia tak dipungkiri berdampak kepada kondisi tim. Apalagi, saat Persebaya belum melakoni leg pertama, babak 32 besar, babak 16 besar malah akan dihelat pada 15 hingga 24 Februari mendatang.

“Ya saya hanya menunggu komando saja dari manajemen. Harus sabar sampai semuanya tuntas,” terang Djanur. 

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : (gus)