Lapangan Jadi Kambing Hitam Bhayangkara FC Susah Payah Kalahkan PSBL

Jawapos.com – Performa Bhayangkara FC melawan PSBL Langsa, Jumat (1/2) tidak seperti biasanya. Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena mengaku hal itu tak terlepas dari buruknya kondisi lapangan di Stadion PTIK.

Terbukti pada pengujung babak kedua para pemain The Guardian kesulitan untuk mencetak gol tambahan. Padahal saat itu mereka dapat menciptakan sejumlah peluang emas.

“Laga menjadi berat karena lapangan. Lawan tampil dengan semangat tinggi. Sejatinya Bhayangkara FC selalu bermain bola bawah. Tetapi karena lapangan jelek, kami ganti jadi direct,” ucap Yeyen di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (1/2) sore.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rahman Hidayat. Dia mengaku kondisi lapangan membuat Bhayangkara FC kesulitan dalam menerapkan permainannya. Sebaliknya lawan justru dapat bermain lebih ngotot dalam menghadapi kondisi lapangan tersebut.

“Sangat sulit, lawan semangat ingin lari. Alhamdulillah bisa atur ritme dan kami dapat memenangkan pertandingan,” jelas pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut.

Tidak hanya dari kondisi lapangan. Yeyen menilai kesulitan yang dihadapi Bhayangkara FC juga akibat menurunnya performa lini belakang mereka. Alhasil lawan berhasil mendapat peluang untuk mencetak gol. “Tiga gol ke gawang kami. Ada koreksi di lini belakang,” tambah Yeyen.

Dalam laga tersebut Bhayangkara FC susah payah mengalahkan PSBL dengan skor ketat 4-3. Dua dari empat gol dicetak oleh Herman Dzumafo. Sementara dua gol lainnya masing-masing dicetak oleh Indra Kahfi dan Alsan Sanda. Bhayangkara FC lolos ke 16 besar dengan keunggulan agregat 6-4.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Bintang Rahmat