Ketegasan Indra Sjafri: Stamina Tak Sesuai Target, Coret!  

JawaPos.com – Fisik pemain Timnas U-23 Indonesia terus digenjot. Pelatih Indra Sjafri merasa kebugaran anak asuhnya belum mencapai target yang diinginkan. Karena itu, pekan ini fokusnya ialah membenahi stamina.

Agar kebugaran pemain naik signifikan, selain menerapkan program fisik dalam sesi taktikal, mulai kemarin pemain menjalani latihan dua kali sehari. Pagi dan sore.

Pada sesi pagi, Indra Sjafri secara full memberikan program fisik kepada pemainnya. Berlokasi di Bukti Senayan, Rachmat Irianto dkk diminta lari dengan beragam variasi kurang lebih 2 jam. Mulai joging santai hingga lari cepat yang dilakukan secara bertahap.

Sore harinya tim berlatih di Stadion Madya, Jakarta. Sebanyak 27 pemain yang sudah berkumpul diberi materi taktikal. Pemahaman kembali mengenai filosofi bermain ala Indra. Lewat bola-bola pendek dan build-up dari lini belakang.

Mantan pelatih Bali United itu menjelaskan, pekan ini kondisi fisik anak asuhnya harus sesuai target yang diinginkan. Yakni, bermain 90 menit secara full tanpa kedodoran. Jika hal itu tidak bisa dilewati, Indra tidak segan mencoret pemain meskipun bagian dari skuad yang membawa Indonesia juara pada Piala AFF U-22.

Dia juga mewanti-wanti 23 pemainnya tersebut. Bisa jadi, tujuh pemain baru yang dipanggil bisa membuat mereka terdepak dari skuad. “Saya panggil pemain baru ini agar persaingan lebih kompetitif. Agar pemain tidak berleha-leha meskipun berhasil membawa juara,” ucapnya.

Disinggung soal Ezra Walian yang belum ada kabar, Indra menuturkan bahwa hingga saat ini surat resmi dari timnya, RKC Waalwijk, belum ada. Ezra hanya mengabari Indra lewat pesan singkat. “Itu tentu belum cukup. Saya ingin kepastian. Ezra juga harus datang. Kan belum pernah saya latih,” tegasnya.

Dia menuturkan, Ezra tidak ada jaminan masuk skuad meskipun bermain di Eropa. Menurut dia, banyak hal yang harus dilakukan Ezra bersamanya terlebih dahulu. “Beda dengan Egy dan Saddil. Keduanya kan sudah pernah saya latih. Mengerti apa yang saya mau,” paparnya.

Mengenai uji coba, memang yang pasti hanya melawan Bali United pada 17 Maret mendatang. Indra menuturkan, PSSI masih berusaha mendapatkan lawan uji coba yang lain. “Sedang dijajaki melawan Bogor FC pada 12 Maret,” ungkapnya.

Uji coba internasional juga tidak dilakukan. Dia menuturkan, melawan dua tim lokal saja dirasa sudah cukup. Sebab, tampil di ajang Piala AFF U-22 dan bisa juara, menurut dia, sudah cukup menjadi ajang uji coba internasional untuk skuadnya. “Tidak perlu lah. Habis ini kan juga main internasional. Buat apa ke luar negeri lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Firza Andika menegaskan tidak ada masalah dengan latihan fisik yang diberikan Indra. Dia merasa hal tersebut cukup lumrah. “Ya mungkin karena setelah juara libur tiga hari, fisik kami jadi kedodoran lagi,” ucapnya.

Menurut dia, hal itu justru sangat bagus. Dia merasa fokus kepada fisik sangat membantunya nanti dalam memahami strategi di lapangan. “Kalau bugar, kami pasti bisa menjalankan instruksi dengan baik kan?” ungkap mantan pemain PSMS Medan tersebut.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : rid/c4/ali