Kasus Pengaturan Skor, Tujuh Ditahan, Empat Berstatus DPO

JawaPos.com – Sudah 11 tersangka yang ditetapkan Satgas Antimafia Bola hingga saat ini. Dari kasus laporan mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani ada 10 tersangka dan satu lagi Vigit Waluyo terkait kasus suap yang melibatkan PS Mojokerto Putra.

Nah, dari 11 orang itu, yang telah ditahan satgas adalah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, Priyanto alias Mbah Pri, Anik Yuni Artika Sari alias Miss T, staf departemen wasit PSSI Mansyur Lestaluhu, dan wasit Nurul Safarid.

Lalu, Vigit berada di Lapas Klas IIA Sidoarjo karena kasus korupsi PDAM Sidoarjo. Itu artinya, total baru tujuh tersangka yang berada dalam tahanan. Nah, bagaimana dengan empat tersangka lainnya?

”Yang DPO (daftar pencarian orang) empat, ditahan enam, satu lagi Vigit di Sidoarjo,” kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono.

Empat orang yang belum ditahan itu menurut satgas berinisial P, MR, CH, dan DS. Dugaannya, P merupakan Purwanto (asisten wasit), MR adalah M Ramdani (asisten wasit), CH itu Cholid Hariyanto (wasit cadangan), dan DS adalah Deni Sugiarto (pengawas pertandingan).

Keempatnya merupakan perangkat pertandingan Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan. Keempatnya diduga menerima uang suap dari Nurul Safarid, wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Nurul menerima uang sebanyak Rp 45 juta untuk mengatur pertandingan dan memenangkan Persibara saat itu.

Uang tersebut dikirim secara bertahap. Rp 40 juta tunai diberikan ketika Nurul bertemu dengan tiga tersangka, Johar Lin Eng, Dwi Irianto, dan Anik Yuni Artika Sari di salah satu hotel pada malam sebelum pertandingan. Sedangkan, sisanya Rp 5 juta ditransfer oleh Priyatno sesudah pertandingan.

Argo enggan menjelaskan alasan keempatnya berstatus DPO saat ini. Yang jelas, kemarin (28/1), mereka hampir melengkapi berkas kasus Lasmi. Berkas itu akan sesegera mungkin dikirimkan ke kejaksaan untuk disidang. “Fokus kami itu dulu, untuk laporan lain (Imron) status IB juga masih terlapor,” terangnya.

Adapun sumber Jawa Pos justru mengungkapkan hal berbeda. Menurut dia, empat tersangka tersebut memang tidak ditangkap. Artinya, statusnya hanya tersangka tanpa penahanan. “Memang tidak ada penangkapan. Empat orang itu pimpinannya ya Nurul Safarid,” ungkapnya.

Ketika Jawa Pos mengkonfirmasi ke Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Dia menerangkan tersangka berinisial P, MR, CH, dan DS memang tidak ditahan. Statusnya hanya tersangka untuk sementara. Sebab, untuk kepentingan penyidikan.

Menurut Dedi, meski tidak ditahan, keempatnya sudah berada dalam pengawasan Satgas Antimafia Bola. “Tinggal tunggu waktu saja, oke,’’ katanya singkat.

Untuk pemberkasan, enam tersangka awal yakni Johar, Mbah Putih, Mbah Pri, Miss T, Mansyur, dan Nurul sudah ada di kejaksaan. Tinggal menunggu verifikasi apakah masih membutuhkan berkas tambahan atau tidak. Apabila tidak dibutuhkan, keenamnya akan langsung disidang.

Kemudian, tinggal lima berkas lainnya dalam proses. Yakni empat tersangka yang belum ditahan itu serta satu lagi adalah berkas Vigit. Dedi menjelaskan, satgas sudah bekerja sangat maksimal untuk sesegera mungkin menyidangkan hasil tangkapan mereka.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : (rid/ham)