Ini Besaran Nilai Suap untuk Wasit versi Vigit Waluyo

JawaPos.com – Vigit Waluyo mengaku pernah menyetor sejumlah upeti kepada anggota Komite Wasit Nasrul Koto. Selain itu, Vigit juga memberikan sejumlah uang kepada wasit. Nilainya antara Rp 25 juta hjuta hingga Rp 30 juta.

Vigit terus membuka keran informasi tentang praktik gelap di sepak bola Indonesia. Kali ini ia berbicara cukup rinci tentang suap terhadap Komite Wasit maupun wasit yang memimpin pertandingan.

“Saya punya strategi, yakni cost rendah tetapi mereka percaya. Saya menjanjikan suatu hal, termasuk memberikan nilai kontribusi,” kata mantan pengelola Deltras Sidoarjo dan PS Mojokerto Putra itu.

Misalnya, lanjut Vigit, ia menjanjikan dana Rp 1 miliar jika naik kasta. Pada praktiknya, Vigit mengaku tidak pernah memberikan uang tersebut. Sebab siasat tersebut ia lakukan agar klub yang dikelolanya selamat.

“Yang kami keluarkan hanya Rp 25 juta sampai Rp 50 juta untuk Komite Wasit,” ungkap pria asal Sidoarjo ini.

Bagaimana dengan jatah wasit? Menurut Vigit, besaran suap untuk wasit masih di kisaran puluhan juta rupiah.

“Untuk wasit kami beri sendiri. Nilainya bervariasi. Ada yang Rp 25 juta, ada yang Rp 30 juta. Ada yang kami tekan. Perkara mereka bagi sendiri atau bagaimana, itu terserah,” imbuhnya.

Kenapa harus menyuap Komite Wasit dan wasit? Vigit menjelaskan bahwa hal itu dilakukan agar timnya tidak dikerjai. “Kami lakukan berbagai cara agar wasit netral. Kalau bisa membantu kami,” jelasnya.

“Artinya, apapun kami lakukan untuk memenangkan pertandingan. Terutama di kandang. Jika kami memenangkan semua pertandingan home, otomatis kami lepas dari degradasi. Itu yang kami cari dulu. Sebab klub juga perlu selamat,” tandas Vigit.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Muhammad Syafaruddin