Harapan Baru Tony Ho dan Liestiadi di Tahun Babi Tanah

JawaPos.com – Menjunjung tradisi leluhur menjadi sebuah hal yang selalu dijaga Tony Ho dan Liestiadi. Dua pelatih keturunan Tionghoa ini selalu merayakan Imlek setiap tahun. Untuk tahun ini, keduanya berharap Tahun Babi Tanah bisa memberi keberkahan dengan mendapatkan job baru.

Lahir, tumbuh, hingga mencari nafkah di Indonesia tak membuat Liestiadi dan Tony Ho melupakan tradisi tanah leluhur. Buktinya, dua pelatih yang punya garis keturunan itu, hari ini tetap merayakan Tahun Baru Tionghoa.

Padahal, agenda dua pelatih tersebut lumayan padat. Keduanya sibuk menuntaskan program lisensi AFC Pro. Tapi, demi merayakan Imlek, keduanya rela pulang kampung. Liestiadi merayakan tahun baru Tionghoa bersama keluarganya di Medan. Sedangkan Tony Ho di Makassar bersama keluarga besarnya. 

“Takut kualat, Mas, kalau tidak merayakannya (Imlek),” kata Tony Ho saat dihubungi Jawa Pos.

Meski berstatus WNI, Tony masih memegang teguh kebudayaan leluhurnya. “Saya memang lahir di Indonesia, tapi kan leluhur dari sana (Tiongkok). Dan ini (Imlek) kan salah satu tradisi yang harus kami jalani,” tambah mantan asisten pelatih Persebaya DU itu. 

Bagi Tony, Imlek adalah momen yang cukup penting. Jadi, dia tidak ingin sekadar menjalankan rutinitas. Dia menganggap Imlek punya banyak makna dalam kehidupannya. “Makanya, kami akan jalankan seperti apa yang dilakukan leluhur,” tegas dia.

Filosofi itu pula yang ingin dia turunkan kepada anak-anaknya. “Karena saya melihat generasi sekarang itu kok sekadar merayakan,” imbuh Tony.

Prosesi Imlek yang dilakukan Liestiadi tak juah beda. Mantan pelatih Persegres Gresik United itu memilih menyambung silaturahmi dengan keluarga besarnya.

“Sama dengan muslim ya. Kami bersilaturahmi ke rumah keluarga terdekat. Termasuk rumah mertua juga. Setiap tahun memang seperti itu,” tambah pelatih 50 tahun itu.

Bagi keduanya, momen Imlek pada Tahun Babi Tanah ini diharapkan membawa keberuntungan. Maklum, Liestiadi maupun Tony saat ini sama-sama berstatus tanpa klub. Liestiadi terakhir menangani tim Liga 3, Celebest FC.

“Itu juga sebagai syarat agar saya bisa membuat program untuk lisensi AFC Pro,” kata Liestiadi. 

Sementara itu, Tony terakhir menjabat asisten pelatih di Persipura Jayapura. Tapi, kontraknya sudah kedaluwarsa pada Desember 2018. Hingga saat ini, manajemen Mutiara Hitam –julukan Persipura– belum memberikan kepastian. Tapi, Tony ragu jika dirinya akan diberi kontrak baru.

“Apalagi, saat ini mereka (Persipura) sudah punya pelatih baru. Tapi, saya tetap coba berkomunikasi bagaimana baiknya. Karena manajemen Persipura kan selama ini baik dengan saya,” katanya.

Persipura saat ini memang ditangani pelatih asal Brasil Luciano Leandro. Dia juga sudah dibantu Lydio Souza di staf kepelatihan. 

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : (gus/c7/bas)