Gede Mundur Karena Temuan Satgas Antimafia Bola? Ini Penjelasan Polisi

JawaPos.com – Polisi belum menemukan keterkaitan atas mundurnya Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade dengan penyidikan Satgas Antimafia Bola. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal. 

“Sementara itu belum ada petunjuk dan kaitan dengan Satgas Antimafia Bola. Dirut Persija mundur tidak ada kaitannya,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/2).

Iqbal menegaskan, pihaknya memfokuskan Satgas Antimafia Bola itu murni untuk memperbaiki sepakbola Indonesia. “Perbuatan melawan hukum pada siapapun yang ada di balik pengelolaan sepakbola dirasakan minus, Satgas Mafia Bola akan menanganinya,” tutur dia.

Gede Mundur Karena Temuan Satgas Antimafia Bola? Ini Penjelasan PolisiGede Widiade (kanan) menegaskan mundur karena tugasnya bersama Persija telah berakhir (Indra Eka/JawaPos.com)

Sebelumnya, Gede memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Dirut Persija Jakarta sejak 1 Februari lalu. Usai mundur, dia meminta maaf sebesar-besarnya kepada The Jakmania.

Gede memutuskan mundur bersama Rafil Perdana. Rafil dalam kesempatan yang sama juga menanggalkan posisinya sebagai Chief Operating Officer (COO) Macan Kemayoran – julukan Persija.

Mundurnya kedua petinggi Persija itu dengan alasan target yang sudah tercapai. Gede menegaskan dirinya profesional sejak awal ditugaskan membawa Persija juara. Gede juga membantah kalau pengunduran dirinya bersifat politis. Dia meminta maaf kepada Jakmania bila selama ini kurang maksimal.

“Saya tidak mengetahui secara detail. Lokasi (kantor) saya tidak tahu. Dokumen apa yang dipindah, saya tidak tahu, Lillahi taala,” ungkap Gede.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Syahar Diantono beberapa waktu lalu mengatakan, Satgas Antimafia Bola Polri mendapat informasi dari saksi bahwa ada upaya pemindahan dokumen saat penggeledahan di Kantor PSSI.

Informasi itu menjadi dasar Satgas Antimafia Bola Polri untuk menyegel dan menggeledah kantor PT. Liga Indonesia dan kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS). 

Dari hasil penggeledahan di kantor PT. LI khususnya, Satgas menemukan kertas yang dihancurkan menggunakan mesin. Belakangan diketahui dari keterangan saksi yang merupakan pegawai, kertas tersebut merupakan laporan keuangan Persija.

“Dokumen yang dihancurkan di kantor PT Liga. Yang bawa dokumen untuk pindah ke situ Jokdri dan Papat (Anggota Exco PSSI, Papat Yunisal),” jelas Syahar pada Jumat pekan lalu. 

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini