Diperiksa 14 Jam, Jokdri Irit Bicara

JawaPos.com – Tersangka perusakan barang bukti data pengaturan skor, Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono baru saja menjalani pemeriksaan keempatnya di Polda Metro Jaya.

Selama 14 jam diperiksa, Joko Driyono keluar dari ruangan penyidik Satgas Antimafia Bola sekira pada pukul 00.00 WIB, Kamis (7/3). Sebelumnya dia memasuki ruangan penyidik pada Rabu (6/3), pukul 10.00 WIB.

Seperti biasanya, Joko Driyono irit bicara perihal pemeriksaan oleh penyidik. Dia tidak menjelaskan secara rinci terkait proses hukum yang sedang dijalaninya.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Jokdri itu mengaku sudah menyelesaikan semua pemeriksaan dari tim penyidik. Dirinya pun mengaku selalu siap jika kembali harus diperiksa setiap saat.

“Pertama alhamdulillah saya telah menyelesaikan pemeriksaan. Tentu saya bersedia untuk memberikan keterangan jika dari penyidik memerlukan dan memanggil saya setiap saat,” ujarnya usai keluar dari ruangan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (7/3) dini hari.

Mengenai langkah hukum selanjutnya dan apakah ada pemanggilan selanjutnya, Jokdri enggan menanggapi.

“Jadi pemeriksaan pada hari ini telah saya tunaikan. Saya kira itu saja ya, terimakasih. Cukup ya,” singkat Jokdri enggan menjelaskan.

Diketahui, pemeriksaan petinggi lembaga sepakbola Indonesia itu diperiksa atas kasus perusakan barang bukti berupa dokumen pengaturan skor. Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis, (14/2) lalu. Hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap Joko Driyono atas kasus penghancuran barang bukti tu.

Jokdri terancam dijerat dengan pasal berlapis. Dia disangkakan melanggar Pasal 363 yang terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.

Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233.

Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid