Dihubungi Tim Liga 1 hingga Malaysia, Atep Belum Bisa Ambil Putusan

JawaPos.com – Nama Atep tampaknya masih jadi incaran banyak klub setelah kontraknya tak diperpanjang Persib Bandung. Atep mengaku telah dihubungi oleh beberapa tim. Tak hanya tim sepak bola dari Liga 1 dan Liga 2, namun ada juga dari Malaysia.

Dalam acara Tribute to the Legends yang diadakan Viking Persib Club (VPC) di Bandung, Kamis (24/1), Atep mengungkapkan perasaanya setelah kontraknya berakhir bersama Persib. Dia merasa sedih dan sedikit kecewa. Namun dirinya tetap semangat dan loyal kepada Maung Bandung.

Dalam acara tersebut, Atep dinilai VPC sebagai pemain Legendaris Persib bersama tiga pemain lainnya. Tony Sucipto, Airlangga Sucipto, dan Eka Ramdani. Atep pun sangat senang dan bersyukur. Karena Bobotoh sangat respek terhadapnya. Penghargaan ini menjadi salah satunya yang meningkatkan semangatnya.

Menurut Atep, setelah kabar dirinya tak lagi dikontrak Persib, ada banyak tawaran dari beberapa tim Liga 1, Liga 2, maupun tim Malaysia. Namun saat itu masih dalam suasana duka karena tak lagi berkostum Persib, sehingga belum bisa memutuskan.

“Alhamdulillah banyak yang menghubungi saya. Tapi waktu itu saya masih dalam suasana duka, jadi belum bisa mengambil keputusan apapun,” kata Atep di Bandung, Kamis (24/1).

Ketika disinggung pilih bergabung tim Indonesia atau Malaysia, Atep lebih memilih gabung tim negeri Jiran. Namun tidak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan tim sepak bola Indonesia.

“Saya pilih Malaysia. Karena pandangan saya adalah, kalaupun saya ada di rivalnya Persib dalam Liga 1, saya tidak mau bertemu dengan Persib (di lapangan),” ungkapnya.

Andai pihak manajemen Persib menawarkan untuk bergabung kembali, dirinya tentu tidak bisa menolak. Namun Atep sadar diri soal kemampuannya. Karena jika bermain di Persib maka harus bersaing dengan para pemain yang lebih muda. 

“Jadi kalau saya kembali ke Persib, pilihannya saya sebagai staf atau asisten, atau apa itu pilihannya. Karena konsentrasi saya di musim ini akan mengambil lisensi (kepelatihan) dulu,” pungkasnya.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Siti Fatonah