Berubah Jadi ‘Pelayan’ di Arema, Striker Timnas: Saya Butuh Adaptasi

JawaPos.com – Dedik Setiawan bukanlah sosok baru di skuad Arema FC pada musim 2019 ini. Namun, dia kini harus melakukan adaptasi. Pasalnya, dia kini menjalani posisi yang sedikit berbeda di musim sebelumnya.

Sejak kehadiran Robert Lima Guimares, posisi Dedik Setiawan yang biasa menjadi ujung tombak pun bergeser. Striker Timnas Indonesia ini kini lebih sering menjadi penyerang sayap. Posisi yang relatif jarang dilakoni Dedik pada Liga 1 2018.

Karena itu, meski mencetak satu gol ke gawang Persita Tangerang, tak sedikit dari Aremania yang mengkritik penampilan Dedik Setiawan. Pemain yang memperkuat Timnas di ajang Piala AFF 2018 itu pun mengakui bahwa penampilannya memang belum optimal.

Terutama pada leg kedua Babak 32 Besar Piala Indonesia. Menghadapi Persita Tangerang di Stadion Benteng Taruna Tangerang Minggu (3/2), Dedik kerap melepaskan umpan-umpan yang tak terarah.

”Saya kurang fokus mungkin. Terus pas di babak kedua Dendi ngajak tukar posisi, mungkin dia tahu saya kurang fokus (di sayap kiri),” ujarnya.

Ya, Dedik memang menjalani peran yang berbeda dari musim lalu. Bila di Liga 1 2018 Dedik menjadi ujung tombak yang ‘dilayani’ umpan-umpan matang pemain lainnya. Pada musim ini Dedik bertransformasi menjadi ‘pelayan’.

Dia dipasang sebagai penyerang sayap. Tugas utamanya bukan lagi mencetak gol. Tapi, mendukung Robert Lima Guimaraes yang diplot sebagai target man.

Apalagi, Dedik bermain di sisi kiri. Berbeda dari musim lalu, di mana Dedik terbiasa bergerak dari sisi kanan. ”Saya memang butuh adaptasi lagi,” kata Dedik usai latihan di Stadion Gajayana, Kamis sore (7/2).

Kalau disuruh memilih, Dedik tentu lebih nyaman bermain sebagai ujung tombak atau penyerang sayap kanan. Tapi, sebagai pemain, tentu dia tidak bisa sekehendak hati. ”Kalau main kan yang menentukan pelatih dari hasil latihan,” ujar dia.

Apalagi, pelatih Milomir Seslija pastinya bisa melihat potensi yang dimiliki pemainnya. Bagi Dedik, ini merupakan sebuah tantangan besar.

Dedik pun meminta waktu untuk menjawab tantangan itu. ”Kalau waktu sebulan ya mungkin masih kesulitan di posisi baru tersebut,” kata Dedik.

Beruntung bagi Dedik, kompetisi ini masih cukup panjang. Bila kompetisi jadi bergulir awal Mei, maka masih ada waktu sekitar tiga bulan lagi.

Sebelum kompetisi, dia juga masih punya kesempatan menguji hasil latihannya. Yakni di ajang Piala Indonesia dan Piala Presiden.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : jpg