Bantah Tuduhan Vigit, Persija Jabarkan Pembuktian

JawaPos.com – Persija Jakarta tidak terima dianggap sebagai juara setting-an. Tuduhan itu kembali ‘panas’ setelah Vigit Waluyo blak-blakan saat jumpa pers di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Kamis (24/1) siang.

Vigit menyebut ada tim yang sudah diatur sejak awal untuk menjadi juara. Menurutnya ada tanda-tanda yang bisa dilihat yakni memainkan laga kandang saat pekan pembuka dan penutup kompetisi.

“Kalau saudara Vigit mengatakan klub yang main di awal dan akhir sebagai tuan rumah bisa disetting sebagai juara, mari kita review lagi jadwal pertandingan Liga 1 2018,” ungkap COO Persija, Rafil Perdana.

Pada pekan pertama Liga 1 yang berlangsung 23 Maret 2018, Persija memang bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun ketika itu status mereka adalah tim tamu. Sedangkan tuan rumahnya adalah Bhayangkara FC yang menjuarai Liga 1 2017.

“Sehingga yang menjadi tuan rumah adalah Bhayangkara dan yang menjadi tim tamu adalah tim kami. Yang mengatur jadwal pertandingan bukanlah PSSI, namun operator Liga 1 yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB). Skor akhir pada pertandingan tersebutpun adalah 0-0,” tegas Rafil.

Kemudian pada pekan terakhir, Rafil menyebut kalau Persija dan PSM Makassar sepakat menggelar laga bersamaan. Hal itu karena kedua tim sama-sama berpeluang untuk merengkuh gelar juara.

“Secara otomatis fakta tersebut mematahkan tudingan dan pernyataan saudara Vigit. Kalau memang, tim kami diseting sebagai juara, faktanya pada pekan ke-13 (6 Juni 2018), posisi Persija berada di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan 13 Poin dari sembilan pertandingan,” papar Rafil.

Berdasarkan atas fakta-fakta tersebut, manajemen Persija menyatakan sangat kecewa dengan tudingan Vigit. Mereka tidak terima dan mengeluarkan surat pernyataan. Berikut isinya;

1. Kami selaku Manajemen Persija adalah profesional di bidangnya masing-masing. Kami tidak ada sangkut pautnya dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.

2. Bahwa atas adanya permasalahan ini, maka kami selaku Manajemen Persija dengan ini menunjuk Kuasa Hukum kami yaitu, Bpk. Malik Bawazier, S.H.

3. Kami sangat setuju dan akan mendukung pihak Kepolisian dalam rangka mengungkapkan kasus mafia sepak bola jika kami menemukan bukti-bukti terkait.

4. Pemain, official, dan manajemen Persija serta the Jakmania saya mohon agar tetap tenang dengan adanya pernyataan yang tidak berdasar sekaligus pemberitaan yang tidak benar. Sebab, tentunya, mungkin saja ada pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Persija yang kita cintai.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 25 Januari 2019

Chief Operations Officer Persija Jakarta

M. Rafil/ Perdana

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Indra Eka Setiawan