Ada Usulan WO, Persebaya Surabaya: Kasihan Persinga Ngawi

JawaPos.com – Laga Persinga Ngawi kontra Persebaya Surabaya di babak 32 besar Piala Indonesia sudah layaknya kisah drama. Bayangkan, PSSI sudah melakukan drawing babak 16 besar Piala Indonesia, Jumat (8/2). Tapi, laga dua tim asal Jawa Timur ini malah kembali tertunda.

Sejatinya, laga kedua tim harus sudah digelar pada 22 Januari. Kemudian ditunda menjadi 30 Januari karena tak mendapat venue. Karena alasan yang sama, laga kembali mundur dan dijadwalkan digelar pada 5 Februari. Sayangnya, laga batal digelar lantaran PSSI lagi-lagi tak mendapatkan venue.

PSSI kemudian mengirim surat ke pihak Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya untuk meminta izin menggelar laga. Dari surat itu, harusnya laga leg pertama antara Persinga kontra Persebaya digelar pada Sabtu (9/2) sore di Stadion Jala Krida Bumimoro AAL, Surabaya. Namun, karena izin tidak turun, laga tak bisa dilangsungkan. Ini adalah quattrick penundaan yang dilakukan oleh PSSI selaku operator.

Lantas, kapan laga tunda akan kembali digelar? Ternyata sama, masih belum ada kepastian. “Ya segera (akan kami tentukan),” kata Dessy Arfianto, Person In Charge Piala Indonesia.

Pihaknya masih mencari venue yang tepat untuk laga tersebut. Ada kemungkinan keluar dari wilayah Jatim. “Kalau seandainya di Jawa Timur nggak bisa ya terpaksa (main) di luar Jatim,” tambah Dessy.

Penundaan demi penundaan itu membuat Bonek cukup gerah. Apalagi, ada kemungkinan laga leg kedua yang harusnya digelar di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, bakal dipindah. Bahkan, bisa saja tanpa penonton. “Ya jelas kami kecewa, karena statusnya kan bukan laga usiran,” tegas Hasan Tiro, Koordinator Tribun Timur.

Hal itu makin membuat Bonek gemas. Sebab, terakhir mereka ‘mbonek’ adalah saat laga pemungkas di Liga 1 2018 kontra PSIS Semarang 8 Desember 2018 lalu. Karena itu, Hasan berharap manajemen Green Force tidak diam saja.

“Manajemen harus berani bertindak,” tambah Hasan. Termasuk menuntut PSSI agar Persebaya menang WO. Hal itu merujuk apa yang dilakukan oleh Persiwa Wamena setelah laga kontra Persib Bandung (4/2) di babak 32 besar Piala Indonesia tertunda. Mereka langsung mengirim surat resmi ke PSSI dan meminta Persib dinyatakan kalah WO.

Tapi, pihak manajemen enggan gegabah melakukan hal itu. Manajer Persebaya Candra Wahyudi bahkan mengaku tak sampai hati melakukan hal serupa. “Kan kasihan Persinga. Mereka pasti sudah berusaha (menyelenggarakan laga) juga kan. Kami menyadari Persinga pasti ada kesulitan juga. Jadi kami menghargai usaha Persinga yang sudah mencari izin keamanan dan lainnya,” kata Candra saat ditemui Jawa Pos di lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Jumat (8/2).

Hal itu sejalan dengan PSSI. Meskipun sudah empat kali tertunda, namun Dessy menegaskan Persinga tak akan dinyatakan WO. Sebab, sesuai prosedur, pihak panpel Persinga sudah siap menggelar laga. Hanya izin keamanan saja yang tidak keluar. “Kalau seandainya terus dimana-mana kesulitan dapat perizinan kan ya nggak harus di WO. Hal ini harus dipahami,” kata Dessy.

Meski laga belum jelas, namun skuad Persebaya terus melakukan persiapan. Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menyatakan anak asuhnya sudah siap tempur. “Karena saya mempersiapkan tim bukan hanya untuk Piala Indonesia, tapi untuk persiapan Liga 1 juga,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : gus