Polri: Hampir 98 Persen Kasus Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Jakarta: Polri mengungkapkan bahwa dari sejumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap, hampir 98 persen dikendalikan dari dalam lembaga permasyarakatan (lapas). Pemberantasan narkoba diharapkan tidak hanya menyasar pengguna dan pengedar.

“Tapi juga mengejar ke bandar dengan menyita seluruh aset dan memiskinkannya,” ucap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, Jumat, 14 September 2018.

Pihaknya kata Eko, tengah berupaya memburu bandar narkoba dan pengendali. Serta
memiskinkan mereka dengan menyita seluruh aset mereka.

Upaya pemiskinan para bandar narkoba ini menurut dia, sesuai arahan dari Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Memiskinkan bandar merupakan upaya agar tidak terjadi lagi transaksi narkoba dari balik lembaga pemasyarakatan. “Ketika bandar sudah dimiskinkan, maka tidak terjadi lagi pemesanan dari dalam LP,” tuturnya.

Baca: 50% Bisnis Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Dalam upaya menindak para bandar narkoba dan pengendali, Polri juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hal itu untuk menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Eko pun terus meningkatkan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI dan Bea Cukai untuk memburu jejak para pelaku peredaran narkoba di Indonesia.

“Bagaimana pun kami tidak bisa bekerja sendiri tapi perlu sinergitas dengan instansi terkait dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia,” ujarnya.

Pada pekan kedua Bulan September 2018, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap 896 kasus narkoba di seluruh Indonesia dan menangkap 1.138 tersangka.

Sementara, barang bukti yang disita yakni 56,57 kg narkoba jenis sabu, 968 kg ganja, 6.700 butir ekstasi, 23,54 gram tembakau gorila, 11.724 butir psikotropika dan lima butir pil PCC.

(YDH)