Dolar Oh Dolar, Rupiah Oh Rupiah

Jakarta – Berita minggu lalu dan minggu ini dihebohkan dengan kondisi dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai angka Rp. 15.000. Dolar AS Rp 15.000?

Jangan sedih masih bisa naik lagi kok. Lho? Apabila anda sering mengikuti info saya di group telegram (seputar keuangan) atau artikel, seminar, talkshow, pasti ada sudah bosen mendengar saya sejak 1.5 tahun lalu sudah warning bahwa dolar AS akan mencapai ke angka Rp 15.000.

Atau meminjam istilah keren bapak mantan Menteri Keuangan, rupiah mencari titik keseimbangan barunya, di harga berapa? Nanti akan saya jawab di akhir tulisan ini ya.


Intinya dolar AS naik ke angka ini membuat heboh banyak orang, dari yang mulai mengerti sampai yang tidak mengerti apa-apa sama sekali tapi ikut-ikutan heboh.

Ada yang sibuk menyalahkan kondisi luar negeri, ada juga yang sibuk menyalahkan kondisi dalam negeri. Biar adil, bagaimana kalau kita melihat bahwa kedua kondisi luar dan dalam negeri memang sedang ‘bermasalah’.

Kita tidak akan membahas secara detil karena sudah sering di bahas di mana-mana bahwa di luar negeri kebijakan President AS Donald Trump dengan kampanyenya MAGA alias Make America Great Again telah membuktikan janji kampanyenya dan membuat dolar AS menguat melawan hampir seluruh mata uang dunia. Belum lagi perang dagang dan ‘perang-perang’ lainnya.

Sementara di dalam negeri dipenuhi dengan kekhawatiran utang luar negeri yang dianggap naik cukup tinggi dalam waktu singkat serta impor yang dianggap sebagian orang gila-gilaan yang turut serta dalam membuat rupiah kita melemah.

Belum lagi situasi politik yang sudah mulai memanas untuk pemilihan calon Presiden tahun depan. Jadi kondisinya di sini seperti buah simalakama, dolar menguat di saat yang bersamaan rupiah melemah.

Oke lah kita pribadi tidak bisa mengubah kondisi ini, berarti sebagai masyarakat harus pasrah menerima keadaan, akan tetapi ini pasti akan berdampak pada kehidupan kita sehari-hari. Lalu apa saja yang harus kita cermati melihat kondisi saat ini?

Berkreasilah Dengan Belanja Bulanan
Suka tidak suka, mau tidak mau maka biaya hidup bulanan perlahan tapi pasti akan merangkak naik. Memang kondisi ini tidak akan separah apabila bensin (BBM) naik yang dampaknya langsung dirasakan seketika, tapi beberapa barang kebutuhan pokok yang tidak hanya diproduksi dalam negeri tapi juga diimpor perlahan akan naik harganya.

Anda ibu rumah tangga, harus bisa mulai berkreasi terhadap menu makanan di rumah. Hindari atau kurangi konsumsi barang-barang impor atau mengandung bahan impor. Gunakan produksi lokal (meskipun secara hukum ekonomi ketika permintaan produk lokal meningkat maka biasanya harga juga akan ikutan meningkat nantinya).

Tunda Pembelian Besar & Utang Baru
Anda berencana membeli rumah baru atau ganti mobil baru? Sebaiknya tahan dulu apalagi kalau anda membelinya dengan menggunakan utang, kecuali anda merasa barang yang anda beli harganya sudah sangat murah.

Pembelian besar belum tentu harus berupa rumah atau mobil, tapi bisa juga gadget atau laptop bermerek mahal yang impor yang harganya sendiri bisa jadi lebih mahal dari sebuah motor.

Utang baru akan membebani cash flow bulanan anda, tahan dulu karena anda ingin agar anda mempunyai cukup dana setiap bulannya bila kondisi ekonomi memburuk.

Cash is the King
Dalam kondisi yang tidak menentu, maka uang cash alias tunai atau setara tunai akan jauh lebih berharga dibandingkan investasi jenis apapun. Itulah sebabnya Cash is The King.

Selain uang tunai anda juga bisa memanfaatkan emas 24 karat sebagai tempat untuk ‘parkir’ uang anda sementara menunggu kondisi lebih tenang dan kondusif.

Bagaimana dengan dolar sendiri? Bolehkah saya membeli dolar lagi untuk tempat ‘parkir’ uang saya, atau apakah dolar akan naik lagi? Sesuai janji saya di atas, jawabannya saya adalah sah-sah saja. Mengapa?

Karena menurut perhitungan saya dolar Amerika masih punya peluang untuk naik ke kisaran Rp 15.200 sampai Rp 15.500 dan itu baru mencapai ‘titik keseimbangan’, yang artinya bila angka tersebut tercapai maka bisa saja nembus ke angka yang lebih tinggi lagi, kita tidak ada yang pernah tahu apa yang kemudian akan terjadi.

So jadi bersiap-siaplah. Bagaimana cara bersiapnya? Perkuat ilmu pengetahuan anda dengan cara mengikuti kelas dan seminar untuk bisa berdiskusi tentang hal ini di workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami “Seputar Keuangan” atau klik di sini.

Terakhir, yang terpenting dari peristiwa ini adalah jangan panik, siapkan uang tunai yang banyak dan carilah peluang agar bila terjadi kondisi memburuk anda tidak hanya terhindar dari kondisi tersebut tapi juga bisa menangkap peluang yang anda.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.(ang/ang)